'JON! JON! JON!' teriak seorang wanita di pintu dengan mengetuk keras pintu depan rumah yang catnya sudah mulai terlupas. suara wanita kecil juga terdengar cerewet dengan disanggah suara berat pria yang kira-kira umurnya tiga tahun diatasku. sementara suara mesin mobilmasih menderu di perkarangan rumah.
'iya' kataku kecil. akhirnya kujulurkan kepalaku keluar jendela yang tepat diarah belakang tempat tidurku. dengan mata yang masih mengantuk, kulihat mereka tidak asing lagi buat diriku dan hidupku. mereka keluargaku. 'akhirnya kalian balik juga!' kataku sambil merintih kesakitan karena kepalaku terbentur lumayan keras ujung jendelaku.
'JON, kamu tidak pernah membersihkan rumahmu ini!' kata ibu sambil melotot ke arahku dengan membawa sebungkus kantong besar. kupikir itu adalah oleh-oleh untukku, atau juga bukan. Millianne menjulurkan lidahnya kepadaku dan berteriak keras saat melihat tumpukan baju kotor disamping kamar pinknya itu. Alec juga tertawa melihat dia dan menepuk pundakku dengan kata hi, buddy dengan senyum lebar. "gimana kabarmu selama dua minggu bebasmu?" kebalas saja dengan jawaban cetus, "it's hell!" diapun tertawa dan langsung naik tangga dan kekamarnya yang tak jauh dari kamarku.
kulihat ibu mengangkat semua baju kotorku disamping kamar Milli. dia sepertinya kelihatan kesal bangat. kurasa aku juga bisa seperti dia juga kalau anakku nanti melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan. tawaku kecil di hati.
kubuka pintu depan dan membiarkan tubuh ayahku masuk dengan tumpukan kardus di depan mukanya. "makasi, anakku!" katanya dengan cepat menuju ruang tamu dan diapun memintaku membantunya membawa barang-barang yang masih tertinggal di mobil. sepertinya masih banyak. kupanggil Alec untuk membantu tapi tak ada jawaban darinya. biar kuhajar dia saat aku keatas.
aku penasaran apa yang mereka bawa untukku dari cottagenya paman Ericson di London. aku berharap sih sesuai dengan keinginanku, tapi kutak berharap banyak karena biasanya mereka membelikan sesuatu yang tak sesuai dengan keinginanku. Alec dan Milli pasti yabg memilihnya dan mereka pasti sudah tertawa selama perjalanan pulang. pantesan kupingku terasa panas semenjak kemarin. kumajukan bibirku ini sambil mengangkat kardus-kardus kedalam rumah.
Kamis, 31 Desember 2009
Minggu, 27 Desember 2009
Duniaku.. Adaptasiku.. Peradabanku.
CHAPTER ONE ... Pagi ini
alarmku berbunyi keras pagi ini membangunkanku dari tidur yang belum cukup mantab , kukira!, kubergegas ke kamar mandi dan ku basuhkan air yang dingin ke tubuhku.. tidak membutuhkan waktu yang lama buat ku untuk memilih outfit pagi ini, kuambil keperluan pagiku dan wusssssssssss ku tancap gas.. diperjalanan ku hampir saja tertabrak dan ditabrak.
tertabrak oleh seorang tua bangka yang tak sabar menunggu lampu merah berganti menjadi hijau, tapi sepertinya tampangnya lebih galak daripada aku yang hampir tertabrak olehnya, hmmmm sampai tujuan aku juga hampir ditabrak, tapi kali ini hampir ditabrak oleh seorang wanita geulis asal sunda, kalo tidak salah. "maaf yah!..." ucapnya manis. "it's ok!" ucapku terkesima...
..pikiranku masih ke gadis tersebut sampai di sekolah. What the..? kataku dalam hati. kulangsung keatas membawa kaki ini melaju dengan cepat karena ternyata aku telat 10 menit. pelajaran pertama pun dimulai dan itu membosankan- gurunya, pelajarannya atau aku yang membosankan- aku pun tak tahu!..
i just hope the bell rings soon enough, kataku dalam hati. yup, akhirnya bellpun berdentang keras. Guru bahasa inggrisku memanggilku dengan keras.. "JON!!" "Yeah, sir!" kataku dengan kaget. ternyata dia menyuruhku membantunya membawa lembar paper test kemarin kee ruangannya. nggak tahu kenapa pas ditangga, kepalaku ter...tatih kepusingan dan terjungkalah aku ke bawah dan ...
jatuh terbentur kepalaku.. ku langsung ke ruang uks sekolah tanpa mempedulikan paper test yang terbang berserakan di lantai tangga. darahku menetes deras dan membuat ku sangat gugup. ku langsung perban kepalau sendiri dengan tanganku yang memerah. mereka bereaksi sangat cepat dan ku kunci pintu rapat-rapat, ku menggigil ke ..
takutan dan mendorong meja besar coklat ke belakang pintu yang telah terkunci dan "Braaaaaaaaak!" mereka mencoba masuk dan ku pecahkan kaca uks karena ku pikir tak ada waktu untuk membuka kuncinya dan ku semprotkan pewangi ruangan supaya bau darahku tidak terdeteksi tapi mereka tetap menendang dan mencoba masuk ke ruangan sempit itu, dan ..
"Gosh!!" kataku dengan menghela keningku dengan perban yang telah kubalut di tanganku dengan rapat. ku buku pintu ruang uks dan berjalan ke kantin, rasanya tidak lapar lagi tapi ku harus makan karena ku tahu akau ada asma. sebelum ku belok ke kantin, ku berlari dan mengambil serakan kertas seraya membantu guru bhs ingg...risku yang tengah jongkok mengambil kertas-kertas putih itu.
CHAPTER TWO . Welcome to MY -only- world
welcome to my world! kayanya kata yang tepat untuk mengambarkan kehidupan baruku ini. sesuatu yang baru, lebih tepatnya, lingkungan yang baru. dua dunia yang berbeda. menyeramkan, mungkin, sudah jadi biasa bagiku. kita harus bisa jaga-jaga diri, lebih khususnya, aku. karena semua orang di duniaku ini siap memakanku hidup-hidup!
Kamis pagi yang cerah, biasa ku telat lagi ke sekolah. Martha menelponku meminta aku menjeputnya. jelas saja aku tak bisa, aku sedang mandi saat itu. oh ya, Martha adalah teman baikku, sangat baik bisa dibilang. dia dan aku sering nonton bareng. film terakhir yang kita tonton adalah REAL. film yang buat kita nunggu ber...jam-jam sampai kakiku pegel abis. dia sangat terharu oleh film itu.
film tentang manusia normal. tidak aneh bagiku.. hari ini kuharap tak ada yang berubah. tak ada yang aneh yang akan terjadi pada mereka. dan berimbas kepadaku. lagi.
kumasih ingat jelas banget Martha menagis di film itu, kalau dia adalah manusia normal, bisa dibilang itu tangisan palsu. dia hanya menghela pipinya yang tak basah sama sekali. lucu dan aneh tapi ku "ignore" saja selama film itu berlangsung
setelah nonton sama dia, kuantar dia pulang dan kubawa diriku juga pulang kerumah dan istirahat like forever for me. hari ini tak ada yang janggal sama sekali sama orang-orang di duniaku ini, asyik kataku dihati sambil menutup mata yang lelah ini.
sekarang jum'at dan aku berada di tangga menuju kamar ibuku. kuhanya melamun sendiri seperti orang tak ada kerjaan, emang, pikirku! "hmm roti isi telur buat sarapan pagi ini boleh juga!" nyataku sambil berjalan menuju dapur.
rumah yang besar dan tak pernah kurasakan seperti ini ketika ibu, bapak, adik dan kakakku ada disini. tapi rindu juga sama mereka. "hope they have good trip!" cetusku sambil mencuci satu piring dari tumpukan piring kotor di wastafel. anak cowok ditinggal sendiri di rumah jadinya begini.
ku melihat ujung jalan menuju kamar Alec dan penuh dengan bungkusan snacks yang ku beli hari kemarin setelah mengantar Martha pulang. ku alihkan perhatianku dekat kamar Millianne, sudah menumpuk baju dan kaus kaki kotorku. kasian dia, kamarnya dekat dengan laundry basket!
alarmku berbunyi keras pagi ini membangunkanku dari tidur yang belum cukup mantab , kukira!, kubergegas ke kamar mandi dan ku basuhkan air yang dingin ke tubuhku.. tidak membutuhkan waktu yang lama buat ku untuk memilih outfit pagi ini, kuambil keperluan pagiku dan wusssssssssss ku tancap gas.. diperjalanan ku hampir saja tertabrak dan ditabrak.
tertabrak oleh seorang tua bangka yang tak sabar menunggu lampu merah berganti menjadi hijau, tapi sepertinya tampangnya lebih galak daripada aku yang hampir tertabrak olehnya, hmmmm sampai tujuan aku juga hampir ditabrak, tapi kali ini hampir ditabrak oleh seorang wanita geulis asal sunda, kalo tidak salah. "maaf yah!..." ucapnya manis. "it's ok!" ucapku terkesima...
..pikiranku masih ke gadis tersebut sampai di sekolah. What the..? kataku dalam hati. kulangsung keatas membawa kaki ini melaju dengan cepat karena ternyata aku telat 10 menit. pelajaran pertama pun dimulai dan itu membosankan- gurunya, pelajarannya atau aku yang membosankan- aku pun tak tahu!..
i just hope the bell rings soon enough, kataku dalam hati. yup, akhirnya bellpun berdentang keras. Guru bahasa inggrisku memanggilku dengan keras.. "JON!!" "Yeah, sir!" kataku dengan kaget. ternyata dia menyuruhku membantunya membawa lembar paper test kemarin kee ruangannya. nggak tahu kenapa pas ditangga, kepalaku ter...tatih kepusingan dan terjungkalah aku ke bawah dan ...
jatuh terbentur kepalaku.. ku langsung ke ruang uks sekolah tanpa mempedulikan paper test yang terbang berserakan di lantai tangga. darahku menetes deras dan membuat ku sangat gugup. ku langsung perban kepalau sendiri dengan tanganku yang memerah. mereka bereaksi sangat cepat dan ku kunci pintu rapat-rapat, ku menggigil ke ..
takutan dan mendorong meja besar coklat ke belakang pintu yang telah terkunci dan "Braaaaaaaaak!" mereka mencoba masuk dan ku pecahkan kaca uks karena ku pikir tak ada waktu untuk membuka kuncinya dan ku semprotkan pewangi ruangan supaya bau darahku tidak terdeteksi tapi mereka tetap menendang dan mencoba masuk ke ruangan sempit itu, dan ..
"Gosh!!" kataku dengan menghela keningku dengan perban yang telah kubalut di tanganku dengan rapat. ku buku pintu ruang uks dan berjalan ke kantin, rasanya tidak lapar lagi tapi ku harus makan karena ku tahu akau ada asma. sebelum ku belok ke kantin, ku berlari dan mengambil serakan kertas seraya membantu guru bhs ingg...risku yang tengah jongkok mengambil kertas-kertas putih itu.
CHAPTER TWO . Welcome to MY -only- world
welcome to my world! kayanya kata yang tepat untuk mengambarkan kehidupan baruku ini. sesuatu yang baru, lebih tepatnya, lingkungan yang baru. dua dunia yang berbeda. menyeramkan, mungkin, sudah jadi biasa bagiku. kita harus bisa jaga-jaga diri, lebih khususnya, aku. karena semua orang di duniaku ini siap memakanku hidup-hidup!
Kamis pagi yang cerah, biasa ku telat lagi ke sekolah. Martha menelponku meminta aku menjeputnya. jelas saja aku tak bisa, aku sedang mandi saat itu. oh ya, Martha adalah teman baikku, sangat baik bisa dibilang. dia dan aku sering nonton bareng. film terakhir yang kita tonton adalah REAL. film yang buat kita nunggu ber...jam-jam sampai kakiku pegel abis. dia sangat terharu oleh film itu.
film tentang manusia normal. tidak aneh bagiku.. hari ini kuharap tak ada yang berubah. tak ada yang aneh yang akan terjadi pada mereka. dan berimbas kepadaku. lagi.
kumasih ingat jelas banget Martha menagis di film itu, kalau dia adalah manusia normal, bisa dibilang itu tangisan palsu. dia hanya menghela pipinya yang tak basah sama sekali. lucu dan aneh tapi ku "ignore" saja selama film itu berlangsung
setelah nonton sama dia, kuantar dia pulang dan kubawa diriku juga pulang kerumah dan istirahat like forever for me. hari ini tak ada yang janggal sama sekali sama orang-orang di duniaku ini, asyik kataku dihati sambil menutup mata yang lelah ini.
sekarang jum'at dan aku berada di tangga menuju kamar ibuku. kuhanya melamun sendiri seperti orang tak ada kerjaan, emang, pikirku! "hmm roti isi telur buat sarapan pagi ini boleh juga!" nyataku sambil berjalan menuju dapur.
rumah yang besar dan tak pernah kurasakan seperti ini ketika ibu, bapak, adik dan kakakku ada disini. tapi rindu juga sama mereka. "hope they have good trip!" cetusku sambil mencuci satu piring dari tumpukan piring kotor di wastafel. anak cowok ditinggal sendiri di rumah jadinya begini.
ku melihat ujung jalan menuju kamar Alec dan penuh dengan bungkusan snacks yang ku beli hari kemarin setelah mengantar Martha pulang. ku alihkan perhatianku dekat kamar Millianne, sudah menumpuk baju dan kaus kaki kotorku. kasian dia, kamarnya dekat dengan laundry basket!
Langganan:
Postingan (Atom)
