ayah menopangku jalan kesekolah dengan perban besar dan tebal di lengan dan lututku. dia juga menyeprotkan sejenis parfum tidak berbau di sekitarnya. ayah masih saja telihat apanik akibat kejadian ini. mungkin perjalanan ke sekolah Alec, dia akan memikirkan bahwa dia telah salah menempatkan aku di sekolah ini. mungkin juga aku akan di pindahkan ke daerah yang aman. daerah karantina! at least, aku tak perlu memikirkannya sekarang. karena Martha sudah menungguku di depan tangga menuju kelasku dengan keadaan yang lebih baik.
aku masuk ke kelas dengan bantuan Martha, dia sangat perhatian dan tak pernah terpikir olehku bahwa dia juga sangat berbahaya. begitupun teman sekelasku bahkan semua orang yang ada di sekolah ku. ini kejadian kedua yang terjadi pada bulan ini. my life is on the stake!!
Aku mulai menengokkan kepalaku ke arah kiri dan kulihat Martha sedang menuliskan sesuatu ke kertas yang berada didepannya dengan spidol berwarna hijau tosca, kesukaannya. ku arahkan perhatianku ke arah kanan sekarang dan kulihat Jessica, melihat kerahku dan biasa mengeluarkan satu kata kepadaku, sudah bosan aku mendengarnya dan melihat ekspresinya, "What?"tentu saja tetap kelihatan menawan seperti biasanya tapi sangat arrogant buat tipeku. di belakang, Shia dan Alonzo bercakap tentang pertandingan basket yang bakal terjadi di sekolah ini melawan tim bebuyutan basket kita minggu depan. satu pertandingan yang bakalan aku tinggalkan dan memang tak seharusnya ku berada. Didepanku, Dan menatap dan mulai bertanya, "Sudah selesai belum PR bahasa perancisnya, boleh liat?" dengan muka dungunya menatapku. ku jawab saja, "belum!" dan ambil beberapa buku paket bahasa perancis di tasku dan kita semua akan kena masalah dengan Bu Sabine, guru bahasa prancis kita kecuali untuk Jaques, yang notabene, berasal dari negri romantis itu.
Bu Sabine masuk dengan mengandeng tangan putih alabaster seorang gadis baru yang memang baru kulihat saat itu juga. di senyum lebar ke seluruh orang yang ada di kelas, senyumannya mengalahkan senyuman manis, slash, arrogantnya Jessica, senyuman evilishnya yang kusuka sih, Abbey dan senyuman yang setia kuterima setiap harinya Martha bahkan Senyuman orang perancisnya Bu Sabine yang kusuka pun ikutan kalah. tak hanya senyum ke semua orang yang berdasa di kelas, mungkin dia senyum kesemua benda yang ada di kelas -lumayan-besar kami. agak aneh banget tapi mungkin gadis ini adalah gadis keturunan psyCHIC yang akan aku selidiki.
Bu Sabinepun mendorong gadis ini kedepan ruangan kami. dia masih tersenyum lebar dan mulai berkata, " Hai, aku Ellein dan aku anak pindahan dari sekolah high tormeii!" senyumnya makin lebar. dan kuperhatikan sekelilingku dan mereka tercenga dengan takjub. aku sendiri juga ikutan. bkan karena cantiknya gadis baru ini- yah termasuk sih- karena dia berasal dari sekolah High Tormeii!! what the hell she is thinking, pindah ke sini, pikirku.
"Jelek!" Jessica menyeletuk. diikuti dengan suara cekikikan geng setianya, si kembar Alaina dan Alistair. Dan pun menyela, " nggak baik menyambut teman baru kita dengan berkata begitu!" dan Bu Sabine mengganguk setuju. Alaina mulai ikutan, "go to hell, Nerd! " katanya ke Dan sambil mengibaskan rambut pirangnya ke belakang, yang pasti membuat Nathaniel tambah kesal hari ini. dia sangat benci rambut pirang panjang.
Bu sabine mengambil alih dengan berkata, "berikan bangkumu untuk Ellein, Jess!" Jessica tercenga lebih lebar lagi dan semuanya pun tertawa. "But..." Jessica ingin menyangah tapi terburu Bu Sabine berkata lagi, "Now!!!" dengan keras..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments and correct it my students!!