dirinya terjatuh dengan keras dan dia mencoba untuk bangkit tapi tak bisa. aku lah yang seharusnya melakukan ini. aku bangkit dari sandaran badanku di tempat tidur panjang putih uks dan ku dorongkan dengan sekuat tenaga benda itu ke pintu. tangan-tangan mereka terjepit pintu dan ku ambil dengan cepat parfumyang berada di ruang uks tapi benda itu sudah tak berada disana. aku berlari ke jendela besar di samping ruangan dingin itu dan kupecahkan jendela. dua jendelanya.
aku angkat tubuh Ellein yang sudah tak sadarkan diri. mereka mencoba masuk tapi kulemparkan semua benda yang berada di dekat keberadaaanku disana. benda-benda itu malah diperebutkan oleh mereka karena telah berlumur darah. tak kusadari aku juga berdarah. sangat menyeramkan melihat darahku sendiri dan membuat diriku sedikit pusingdi keningku.
aku jatuhkan diriku dan diri Ellein dari jendela ruang uks. kami terjatuh ke pohon-pohon yang berada di belakang sekolah. cukup tinggi danaku harap Ellein tak merasakan betapa perihnya kulitku tersiska oleh batang dan ranting pohon-pohon itu. mungkin iblis-iblis itu sudahmemasuku ruangan di atas kita itu. aku hanya berusaha untuk bangkit dan tak aku temukan tubuh alabaster Ellein. dia tersangkut di sana, di atas batang pohon yang lumayan tinggi dariku.
"Oh My!!!" teriakku sambil menggerakkan kakiku yang sakit untuk memanjatmengambil tubunya. sebelum aku samapai memanjat jauh ke tempatnya tergantung, pohon itu bergoyang karena salah satu dari iblis itu ikut turun atau mungkin terjatuh dari atas, entahlah. aku hanya langsung turun dari batang pertama dan menagkap tubuh murid baru itu dengan hati-hati. dan akhirnya dia berada di pelukanku.
iblis berambut panjang itu, kukira iblis Jessica, masih berusaha untuk keluar dari ranting-ranting diatas pohon tersebut. aku berusaha keras untuk berlari secepat dan sejauh mungkin. tapi untuk sesaat bahwa aku tersadar, yang aku harus singkirkan adalah darah dan darah ini. darahku di tangan dan darahnya Ellein di kening dan lengannya yang mulai keluai dari perban kaos Londonku.
aku mulai pusing dan mengelengkan kepalaku dengan cepat ke kiri dan ke kanan berfikir apa yang tepatnya kulakukan untuk menyelamatkan diriku dan diri teman baruku yan juga seseorang yang sama denganku dan berbeda dengan iblis-iblis itu.
aku mulai panik dan tak bisa berfikir jernih tapi aku tetap berlari sejauh dan sekuat tenaga yang aku perjuangkan dan tiba-tiba aku terjatuh dan merasakan cairan dingin menutupi diriku dan tak kulepaskan, tak akan, diri gadis bernama Ellein.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments and correct it my students!!