hari ini ku fokuskan perhatianku ke murid baru bernama Ellein. Gadis yang sangat aneh tapi cukup membuatku mengigil ketika dia sadar dan membalas tatapanku. sudah 10 kali dia membalas tatapanku sejak pelajaran bahasa perancis pagi ini. sekarang jam 12.30 siang dan saatnya aku dan teman sekelasku enjoy our lunch di kantin kita. Martha dan Dan sudah menungguku di depan pintu keluar kelas.
hari ini sebenarnya kau butuh sendirian. tapi setelah kupikir-pikir lagi tak apalah ada dua teman yang cukup care kepadaku. membantuku berjalan ke kantin sekolah yang letaknya memang cukup jaud dari kelasku. aku masih saja membayangkan apa yang kulihat di leher gadis itu, sebuah liontin perak berawalan huruf T. apakah itu sebuah awal nama seseorang. dan aku tak akan mencoba menatapnya untuk yang ke-11 kalinya nanti di kantin.
sesampainya di kantin sekolah, kulihat Jessica, Alistair dan Alaina sedang menggangu Ellein yang kebetulan sedang duduk dengan laki-laki ter-hot di sekolahku, well, at least itu yang pernah Martha bilang ke aku saat kita masih duduk di kelas 6.
Geng cantik itu mengeluarkan cakar mereka dan yang membuatku tercengang adalah keluarnya darah segar dari tangan alabasternya Ellein. semua teman sekelasku dan murid yang berada di kantin langsung berdiri dan mulai berlarian ke arahnya. termasuk Martha dan Dan membuka mata lebar mereka dan hidung mereka menjadi lebar untuk mencium apa yang membuat mereka excited. kubuang makanan beserta nampan yang kubawa menuju ke meja kosong dan kuberlari tertatih-tatih ke arahnya juga. bukan untuk menyerangnya seperti yang lain tapi menolongnya. dia seorang manusia sepertiku. akhirnya. senyumanku hanya berkembang di hati saja saat mengetahui bahwa dia sepertiku tapi kututp semua hatiku untuk berlari dan menolongnya dengan senyuman masam ke yang lain. ku sobek t-shirtku dan kulipatkan ke kedua tanganku dengan segera. rasa sakit di kudua lengan dan kakiku tak terasa sama sekali.
kulihat Ellein berusaha keluar dari gerombolan orang tak normal itu dengan berteriak kepada mereka dengan keras. itu percuma, kataku dengan melompat ke arah wajah teman-temanku yang sekarang sudah tak ku kenal dan lebih ke wujud iblis. they are not my friends!!
Mereka tak menyerangku seperti mereka mau menyerang Ellein. ku tarik tangannya dan dia menamparku dengan keras sampai aku terjatuh. aku bangun lagi dan menaparnya juga, tak kuterima ada seorang perempuan menamparku kecuali ibuku atau -mungkin- my next pacarku. "aku sepertimu, musrid baru!!" teriakku dengan balasan mata lebar keluar dari bawah alisnya. ada ekspresi lega dari kerlipan matanya.
tangannya telah tertutup oleh t-shirt baruku dari London. tapi scent darah segar Ellein masih tetpa tercium. sial aku tak membawa parfum tak beraromanya ayah yang dia semprotkan ke tangan dan kakiku pagi ini di mobil, teringatku. ku mendapat cakaran dari iblis-iblis itu, begitu aku menyebutnya. tapi beruntung itu hanya menjadi tanda merah di dada dan tubuhku dan tak mengeluarkan darah. ku tendang dengan sekuat tenaga mereka yang telah banyak berkerumun di depan aku dan Ellein. tapi tak berhasil menjatuhkan mereka malah membuat kakiku sakit. Ellein juga menampar wajah-wajah mereka yang berusaha untuk "mencium" lehernya. tapi tak ada kata-kata "owww, sakit!" dari mulut mereka. ku tendangkan kakiku untuk terakhir kalinya dan berhasil membuat celah untuk kita keluar dari kerumunan itu.
ketika kita mulai berlari dan meninggalkan mereka di belakang. rambut hitam panjangnya Ellein tersangkut ke jari-jari mereka. dia merogoh tangannya ke saku celana panjangnya dan keluarlah sebuah gunting kecil. ku pikir itu akan digunakan untuk memotong jari-jari itu tapi dia malah memotong rambut tipisnya dengan hitungan detik terlepaslah dia dari tangan ayang akan memakannya hidup-hidup.
kuterjatuh dikolam kantin karena tarikan mereka, Ellein menopangku dan kita mulai berlari ke arah mana saja. maksudku dia! karena dia murid baru. ku sarankan membawaku ke ruang guru tapi banyak guru yang sudah menjadi iblis dan siap menerkam kita. kita langsung menuju ruang uks dan menyuruhnya menutupnya dengan apapun. tapi dia terdorong jatuh dengan keras..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments and correct it my students!!