Jumat, 08 Januari 2010

CHAPTER NINE : berisik ,like hell

aku sampai di rumah masuk melalui jendela rumah dan syukurlah diriku sudah dalam keadaan kering. Ibu sudah membawakan makan malam ke kamar untukku, biasa aku tidak biasa makan bareng dengan ayah, ibu, Alec dan Milli, dalam kurung keluargaku, karena tidak suka saat mereka makan dengan tidak ada tata krama. ibu sedah menyiapkan soup kentang bercampur keju beserta 5 bakso dalam ukuran sedang di mangkok besar, dua helai roti putih bertabur seledri kering dan air putih di dalam botol besar. cukup aneh memnag untuk minumanku tapi itu hal yang aku suka, aku tidak perlu lagi turun ke bawah dan melihat ruang makan berantakan dan ikut membereskannya.

sebelum aku sentuh makanan tersebut, aku biarkan jiwa ini membawa tubuhku ke kamar mandi untuk membersihkan darah dan debu yang menempel selama perjalanan pulang bersama pohon-pohon hijau nan tinggi ke arah rumah. 30 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dan tak ada handuk di kamar mandi, pasti Alec mengambil handuk biru langitku, rintihanku kesal. jadi aku keluar kamar mandi dengan bertelanjang semua. there's only me and God who creates me, so i feel no embarrashment, pikirku dengan mengerakkan tubuhku seperti anjing yang habis tercebur.

aku menghabiskan makan malamku dan teringat ke jadian tadi siang di sekolah, gadis baru, Ellein, kalung berinisial T, asalsekolah terkenal, seorang seperti aku, dan darah yang membawa kita lebih dekat. hmmmmm, aku menghembuskan nafasku dan mulai menelpon Wah, teman lamaku di smp. dia pasti sudah berada di kamarnya dengan bantal di kepalanya berniat untuk tidur. aku kira jam dindingku menunjukkan jam 8 malam, dan ku pikir tak apa-apa menelpon anak seumuranku dan menggangunya sedikit.

telpon berdering dan cukup lama dia tidak menjawab telponku. dan tiba-tiba,seorang wanita, mugkin 4 tahun diatasku, menjawab. "Iya, ini siapa? dan mau ngomong sama siapa? dan mau perlu apa?" cetusnya. aku mulai merasa tidak enak menelpon rumahnya, habisan hanya nomor rumahnya yang masih ku punya selama 2 tahun tidak keep in touch dengannya. "Saya Jon dan saya temannya Wah waktu di smp Garlandis dan saya mau mengobrol denganya sebentar!" jawabku tegas dan lengkap seperti yang wanita ini inginkan. aku paling tidak suka dengan wanita judes dengan kata-kata yang menyinggung perasaan. "Wah is out of the country, you freak!!" jawabnya dengan langsung menutup telepon. 1 detik sebelum dia menutup teleponnya dengan cepat, aku dengar suara berisik. it was like in hell..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments and correct it my students!!