untunglah orang rumah sudah datang kembali dari London dan biasanya diriku pergi sendirian ke sekolah, ayah mengantar kami. Alec yang mengesalkan duduk didepan dengan ayah, mendengarkan music melalui i-phonesnya dan kita bisa dengar lagu apa yang sedang diputar di music playernya sekarang, lagunya leona lewis. sungguh aneh tapi aku juga suka dengan lagu soundtracknya Avatar itu. tawaku kecil di bibir. sementara ayah sibuk menyetir dan menjawab telepon dari partner kerjanya di kantor, milli mulai bertanya sama ayah kalau dirinya tidak mau dijemput sepulang sekolah. "come on, mil!" kataku melotot kedirinya. ia masih sangat kecil untuk pulang bareng Markee, teman-garis miring- teman dekatnya. dia baru 10 tahun. aku saja belum punya teman dekat.
tiba-tiba telpon genggamku berdering keras dan ternyata Martha menelpon, menanyakan apakah aku dapat menjemputnya pagi ini. seperti biasa! dan seperti biasa pula kebilang ke dirinya bahwa aku tak bisa menjemputnya karena ayahku yang mengantarku. dan tiba-tiba pula ayah bercetus "kita akan jemput kamu, Martha!" kukecilkan mata kiriku dan kumonyongkan bibir kecilku kedepan dan bertanya-tanya dalam hati. "apa sih maunya ayah?" ayahku hanya tersenyum begitu juga Milli.
Martha naik ke mobil. kita duduk bertiga dibelakang mobil ayah yang lumayan berantakan karena kemarin habis dipakai jalan-jalan. dia duduk ditengah-tengah kami, aku dan Milli. ada sedikit yang aneh dari dirinya. tapi tak kuteruskan "scanning" aku pada dirinya. kulihat jendela mobil dan jalanan yang terus berjalan cepat..
Martha tiba tiba menggigitku dengan cepat. dua taringnya yang tajam keluar dari mulutnya yang penush dengan nafsu. "Martha, tenangkan dirimu!!" kataku keras. Milli mencengkram kepalanya supaya tidak ada taringnya yang menusuk ke bagian tubuhku. Alec sepertinya tak sadar apa yang sedand terjadi, dia tetap mengoyangkan keplanya mengikuti irama di lagunya, entah lagu keberapa dan lagu apa yang sedang terputar di playernya itu, saat ini bukan menjadi concern terbasar aku. Ayah tiba-tiba me-unlock pintu mobil dan mulailah aku terjatuh di jalan. untungnya ayah sudah memeperlambat laju mobilnya. luka ku semakin membuat Martha jadi gila. tak kusangka dia akan begitu terpengaruh dengan aliran darahku pagi-pagi buta ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments and correct it my students!!